NS Diamankan Unit Reskrim Sek Tanjung Pandan

Polda - Bid Humas

Polda Kep. Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,-   Seorang pria berinisial NS (20) akhirnya mendekam didalam sel Polsek Tanjungpandan. pria ini diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek atas dugaan perbuatan pelecehan seksual kepada sejumlah wanita di Kawasan Kelapa Raya Desa Air Merbau Kecamatan Tanjung Pandan, Minggu (16/06/19) lalu.

Pria yang sudah memiliki istri dan anak ini ditangkap oleh pihak kepolisian di rumah Kontrakannya di Kawasan Air Merbau, Kamis (20/06/19). Saat ini statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masih dilakukan penyidikan lebih lanjut.
Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko mengatakan, terungkapnya peristiwa ini berawal dari laporan korban. Saat itu, sebut saja Bunga, warga Tanjungpandan pulang kerja melintas di lokasi yang bisa dibilang cukup sepi.
Dia melaju menggunakan motornya pada sore hari. Pada saat berkendara ada seorang pria (pelaku) naik motor berwarna biru membuntutinya. Namun korban cuek. Hingga akhirnya tersangka memepet dan memegang bagian sensitif korban.
Setelah itu pelaku langsung kabur. Keesokan harinya pada saat korban kerja, ia menceritakan kejadian ini ke rekan kerjanya. Setelah Bunga menceritakan, ternyata teman temannya pernah mengalami kasus yang sama. Akhirnya Bunga bersama teman kerjanya yang mengalami perbuatan tersebut langsung melaporkan ke Polsek Tanjungpandan. Setelah mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan.
"Kita awalnya memintai keterangan dari korban. Mereka menyebut ciri-ciri dan kendaraan yang ditumpangi dalam melakukan kejahatan. Hingga akhirnya mengarah ke tersangka," kata AKP Agus Handoko jumat (21/06/19).
Setelah mendapat identitas tersangka, Iajaran Polsek Tanjungpandan langsung mendatangi kontrakannya. Setelah itu dilakukan pemeriksaan terhadap NS. Dan pria pekerja serabutan ini mengakui perbuatannya.
Atas perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan Primer Pasal 289 Subseider Pasa1281 junto Pasa164
Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Perbuatan Yang dilakukan Berulang-ulang.
"Ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara. Meski tersangka melakukan hingga berulang ulang dengan korban yang berbeda, kita tetap buat satu berkas,” ucap Agus.
Agus menambahkan, untuk barang bukti yang diamankan ada motor dan kaos milik tersangka. Menurutnya benda benda tersebut digunakan pelaku pada saat melancarkan aksinya.
"Kami menghimbau kepada masyarakat khususnya wanita, agar lebih berhati-hati pada saat melintas. Khususnya di jalan sepi. Usahakan jika bepergiann tidak sendiri. Jika mengalami kasus serupa segera lapor," pungkasnya.
Sementara itu, NS (20) mengakui perbuatannya. Dia melakukan kejahatan seksual tersebut lantaran iseng. Pria ini melakukannya dalam kondisi sadar tanpa pengaruh obat maupun minuman beralkohol.
Dia menjelaskan, sebelum menjalankan aksinya, ia mensurvei lokasi. Setelah dapat, lalu pria ini menunggu target yang akan dikerjai. Pada saat ada wanita lewat NS mengerjai dan mempepet korbannya.
Setelah itu dia langsung memegang bagian tubuh korban‘ Usai melampiaskan hasrat bejadnya ia langsung kabur. Hl itu dilakukan secara berulang ulang. Hingga akhirnya di ditangkap polisi.
"Saya tidak saling kenal dengan para korban. Aku melakukan dalam kondisi sadar Saya menyesal, karena ke isengan aku masuk penjara kata NS saat diwawancara.