Music Search Engine - Music Search Engine - Music Search Engine
  Visi Polda Babel : Tercapainya pelayanan kamtibmas yang prima, tegaknya hukum dan terwujudnya keamanan yang mantap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif dengan seluruh unsur dan komponen Pemerintah dan masyarakat

Upaya Polri Perangi Berita Hoax

Polda - Bid Humas

A. Karo Penma Div Humas PolriPolda Kep. Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan, ada beberapa langkah yang dilakukan oleh Polri dalam memerangi berita-berita bohong atau Hoax

Upaya yang dilakukan meliputi pencegahan dengan gerakan literasi digital hingga penegakan hukum. “Pertama melakukan tindakan preventif dengan melakukan literasi digital dan edukasi agar masyarakat cerdas dan bijak menggunakan media,” tutur Karo Penmas Div Humas Polri, Selasa (6/11/2018).

Polri terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menghentikan dan memblokir akun-akun yang memproduksi serta menyebarkan hoaks.

Polri juga berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum supaya mencegah masyarakat tidak ikut-ikutan menyebarkan berita hoax. Pasalnya, Perbuatan menyebarkan berita hoax telah melanggar UU ITE dan peraturan hukum lainnya.

“Polri sangat serius memberantas berita hoaks yang telah meresahkan masyarakat,” Tegas Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo.   Polri sebelumnya telah menangkap 12 penyebar hoax terkait kabar bohong penculikan anak dan kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Sebanyak 10 orang ditangkap terkait hoax penculikan anak, yaitu DA (31), EW (31), RA (33), JHS (31), DNL (20), NU (23), OK (30), TK (34), NU (22), dan SU (28). Sementara itu, dua orang lainnya, yakni AN (30) dan SU (33), diamankan karena menyebarkan berita bohong terkait kecelakaan pesawat.

Mereka ditangkap di sejumlah tempat terpisah, di antaranya Pasuruan (Jawa Timur), Blitar (Jawa Timur), Jakarta, dan Sukabumi (Jawa Barat). Semua tersangka itu dinilai melanggar Pasal 14 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Ada yang membuat sendiri dan memviralkan, tapi prosesnya masih didalami penyelidikan. Motifnya ada ikut-ikutan memproduksi sendiri dan memviralkan,” Jelasnya 

Karo Penmas Div Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo   mengimbau agar masyarakat cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak ikut menyebarkan hoaks. “Jangan ikut menyebarkan berita-berita yang tidak bisa dikonfirmasi, diklarifikasi dan diverifikasi sumbernya,” imbaunya

“Dan tidak mudah percaya dengan berita-berita atau info-info di media sosial yang sumbernya tidak kredibel,” Tutupnya


 

Layanan Kiriman Berita

Tidak ingin ketinggalan informasi Polda Babel ?
thumbsup
Setiap ada artikel baru, otomatis dikirimkan ke email Anda. Daftarkan email anda sekarang, lalu aktifkan melalui email Anda, GRATIS

Delivered by FeedBurner

Pencarian