Music Search Engine - Music Search Engine - Music Search Engine
  Visi Polda Babel : Tercapainya pelayanan kamtibmas yang prima, tegaknya hukum dan terwujudnya keamanan yang mantap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif dengan seluruh unsur dan komponen Pemerintah dan masyarakat

Jum’at Membawa Berkah

Polda - Bid Humas

humas humasPolda Kep. Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,- Tiap Jumat muslim menjalankan ibadah berjamaan salat Jumat, sementara umat Nasrani juga memiliki istilah Jumat Agung yang mereka sebut dalam acara Misa. Hari Jumat hari paling istimewa, karena terdapat peristiwa yang melibatkan insan paling Agung dan hari paling istimewa di antara 7 hari lainnya.

Hari Paling Istimewa Dalam Setiap Pekan. Tanda istimewa hari Jumat bagaimana Allah mewajibkan setiap umat laki-laki sholat Jum’at. Pertanda ini sangat istimewa. Bagaimana pada hari itu Islam memperlihatkan persatuan umat, yang tidak membedakan golongan dan status berkumpul dan duduk sejajar dalam satu masjid. Bersilaturahmi setiap minggu melalui hari yang santa istimewa. Mengenai kebesaran Hari Jumat disampaikan melalu Sabda Rasulullah Berikut Ini:
“Hari ini yaitu hari besar yang Allah tentukan untuk ummat Islam, jadi siapa yang akan menghadiri shalat Jum’at sebaiknya mandi terlebih dulu. ” (HR. Ibnu Majah)
Hari Paling Bersejarah Karena Melihat Manusia dan Insan Paling Agung. BANYAK peristiwa besar dalam kejadian yang sebagaian kita jarang memperhatikan:
- Hari Jumat kerupakan proses diciptakannya mania pertama.
- Allah membuat Nabi Adam ‘alaihissallam serta mewafatkannya.
- Kemudian Jumat pula, Hari Nabi Adam alaihissallam dimasukkan kedalam surga
- Hari Nabi Adam ‘alaihissallam di turunkan dari surga menuju bumi.
- Hari yang dipercaya akan terjadinya kiamat seperti dimanfaatkan dalam berbagai sumber di Alquran dan Al Hadist.
Mengenai hal ini tercantum dalam Sabda Rasulullah. Seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu kalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Hari terbaik di mana matahari terbit pada hari itu yaitu hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, serta pada hari itu juga Adam dimasukkan kedalam surga, dan di turunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat bakal berlangsung, pada hari itu ada satu saat di mana tidaklah seseorang mukmin shalat menghadap Allah menginginkan kebaikan terkecuali Allah bakal mengabulkan permintannya. ” (HR. Muslim)
Kemudian Mendapatkan Pahala dari Salat Jumat, setara dengan orang beribadah 1 tahun lamanya. Seperti disampaikan Aus bin Aus z yang berkata: Rasulullah bersabda: ”Siapa yang mandi pada hari Jum’at, lalu bersegera pergi menuju masjid, serta tempati shaf paling depan lalu dia diam, jadi tiap-tiap langkah yang dia ayunkan memperoleh pahala puasa serta shalat sepanjang setahun, serta itu yaitu hal yang mudah untuk Allah “. (HR. Ahmad serta Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).
Hari Dihapuskannya Dosa-Dosa Jika Benar-benar Bertobat. Pengampunan dosa kepada umat jatuh pada hari Jumat. Hal ini disapaikan oleh Salman Al Farisi z berkata :
Rasulullah bersabda:
“Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai sama kekuatan, membereskan rambutnya, memoleskan minyak wangi, lantas pergi ke masjid, serta masuk masjid tanpa ada melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, lalu shalat sesuai sama tuntunan serta diam ketika imam berkhutbah, pasti diampuni dosa-dosanya diantara dua Jum’at“. (HR. Bukhari)
Hal diperkuat oleh hadis berikut.
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya, dari Salman dia berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya kepadaku, “Apakah kamu tahu hari Jum’at itu?” Aku menjawab, “Hari Jum’at adalah hari Allah mengumpulkan Nabi Adam.” Beliau menjawab, “Tapi aku mengetahui apa hari jum’at itu. Tidaklah seseorang menyempurnakan bersucinya, lalu mendatangi shalat Jum’at, kemudian diam hingga imam selesai melaksanakan shalatnya, melainkan akan menjadi penghapus dosa antara Jum’at itu dengan Jum’at setelahnya, jika dia menjauhi dosa besar.”
Masih dalam Al Musnad, dari Atha' al Khurasani, dari Nubaisyah al Hudzaliy bahwa dia meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Bahwasanya jika seorang muslim mandi pada hari Jum'at, lalu datang ke masjid dan tidak menyakiti seseorang; dan jika dia mendapati imam belum datang di masjid, dia shalat hingga imam datang, dan jika ia mendapati imam telah datang, dia duduk mendengarkan khutbah, tidak berbicara hingga imam selesai melaksanakan khutbah dan shalatnya. Maka (balasannya) adalah akan diampuni semua dosa-dosanya pada Jum'at tersebut atau akan menjadi penebus dosa Jum'at sesudahnya."
Jika Meninggal di hari Jumat, Tanda Meninggal Dalam Kebaikan dan Jaminan Masuk Surga Orang yang Meninggal dunia saat malam hari Jum’at atau siangnya yaitu sinyal husnul khatimah, yakni dibebaskan dari fitnah (azab) kubur. Hal ini diperkuat oleh Sabda Rasulullah SAW.
Diriwayatkan oleh Ibnu Amru, kalau Rasulullah y bersabda : ” Tiap-tiap muslim yang mati pada siang hari Jum’at atau malamnya, pasti Allah bakal menyelamatkannya dari fitnah kubur”. (HR. Ahmad serta Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).
Hari dimana Zat yang Maha Agung, Allah SWT memperlihatkan diri pada hamba-Nya yang beriman di Surga. Hari uang luar biasa, inilah yang paling dirindukan umat, yakni bertemu sang pencipta. Allah berfirman: "Mereka di dalam surga memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya" [QS 50:35].
Hari Paling Mustajab. Abu Hurairah z berkata Rasulullah y bersabda : “Sebenarnya pada hari Jum’at ada saat mustajab apabila seseorang hamba muslim melakukan shalat serta memohon suatu hal pada Allah pada saat itu, pasti Allah bakal mengabulkannya. Rasululllah memberikan isyarat dengan tangannya melukiskan sekurang-kurangnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)
Ibnu Qayyim Al Jauziah – sesudah menguraikan ketidaksamaan pendapat mengenai kapan saat itu – menyampaikan : “Di antara demikian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, seperti diperlihatkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama waktu duduknya khatib hingga selesainya shalat. Kedua, setelah Ashar, serta ini yaitu pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma’ad Jilid I/389-390).
Hari Paling Utama Untuk Sedekah. Hal ini sebagaimana disampaikan Ibnu Qayyim berkata : “Sedekah pada hari itu dibanding dengan sedekah pada enam hari yang lain laksana sedekah pada bulan Ramadhan di banding beberapa bulan yang lain “. Hadits dari Ka’ab z menerangkan : “Serta sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya “. (Mauquf Shahih)


Layanan Kiriman Berita

Tidak ingin ketinggalan informasi Polda Babel ?
thumbsup
Setiap ada artikel baru, otomatis dikirimkan ke email Anda. Daftarkan email anda sekarang, lalu aktifkan melalui email Anda, GRATIS

Delivered by FeedBurner

Pencarian