Kapolri : Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi Oleh Isu Hoax yang Beredar

Polda - Bid Humas

kapolri pangliPolda Kep. Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,- Mabes Polri menggelar konferensi pers terkait peristiwa yang terjadi disekitar kantor Badan Pengawas Pemilu hingga Rabu, 22 Mei 2019 dini hari.

Kapolri Jendral Polisi Prof H Muhammad Tito Karnavian, MA, PhD, memastikan jika seluruh anggota Polri yang bertugas tidak menggunakan Peluru tajam. Polisi yang berjaga depan kantor Bawaslu memang terlihat hanya menggunakan tameng dan tongkat.
"Kami tidak menggunakan Peluru Tajam saat mengamankan kantor Bawaslu," jelas Kapolri, Kami pastikan jika ada korban yang terkena Peluru Tajam, itu bukan dari Polriā€¯ lanjut Kapolri.
Untuk itu, Polri akan menyelidiki dan melakukan investigasi pada kejadian tersebut. Sebelumnya diberitakan ada pendemo yang meninggal dunia setelah diterjangkan peluru tajam. Korban meninggal disebutkan mencapai lebih dari lima orang. Masyarakat diharap tidak terpengaruh dan tidak dapat mudah menerima pendapat yang tidak rasional. Dari hasil investigasi tersebut sudah mengtahui sekenario dan akan menindak tegas aksi tersebut. Masyarakat diharap bisa mendapat informasi yang akurat dan sebenar benarnya dan tidak terpengaruh sehingga tidak mudah di adu domba.
Polri bersama TNI melakukan tugas negara untuk melakukan pengamanan fisik dengan SOP yang ada. Sebelumnya Polri sudah menagkap sejumlah enam orang berikut senjata api yang dilengkapi peredam dan menurut pengakuan dari mereka akan di gunaan di tanggal 22.
Polri akan terus mendalami korban yang tertembak dan pelaku kerusuhan apakah yang di buat oleh aparat atau pihak ke 3 yang sengaja di buat untuk menimbulkan amarah publik. Masyarakat diharap tidak terpancing dengan situasi yang ada dan agar tetap tenang karna Polri akan terus menetralisir keadaan yang ada.(DD)