Music Search Engine - Music Search Engine - Music Search Engine
  Visi Polda Babel : Tercapainya pelayanan kamtibmas yang prima, tegaknya hukum dan terwujudnya keamanan yang mantap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif dengan seluruh unsur dan komponen Pemerintah dan masyarakat

Pelaku Pengancam Kapolri Mengaku Menyesal

Polda - Bid Humas

humas humasPolda Kep. Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,- Setelah dilakukan penyelidikan, HM (22 tahun) pelaku pengancaman Kapolri di media sosial akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka terhadap HM secara resmi sejak Minggu, 21 Juli 2019 lalu. Saat ini HM pun sudah mendekap di rutan Mapolres Tarakan.

Ditemui di ruang penyidik, HM mengakui sangat menyesal dengan perbuatan yang ia lakukan. Ancaman yang ia lakukan terhadap Kapolri di medsos, lantaran ia sangat kecewa terhadap Kapolri saat kejadian demonstrasi hasil pemilu Presiden dan Wakil Presiden beberapa waktu lalu.

Ia pun melontarkan kata ‘tembak’ melalui akunnya, terhadap postingan kedatangan Kapolri ke Kaltara beberapa waktu lalu. “Saya juga tidak tahu kalau akan begini,” katanya.
Selain menyesal, HM juga tidak mengira bahwa perbuatannya tersebut akan membuatnya terjerat dalam proses hukum. Saat ini HM hanya bisa pasrah dan berharap perkaranya cepat selesai. “Mudahan ada pertimbangan meringankan hukuman saya nanti,” harapnya.
Selain diperiksa oleh penyidik, namun HM juga sempat dimintai keterangan oleh Densus 88 anti teror lantaran perbuatannya. Namun pemeriksaan itu hanya sebatas ingin mengetahui apakah HM ada keterlibatan dengan ormas terlarang atau yang terindikasi terorisme.
Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan melalui Kasat Reskrim AKP Ganda Patria Swastika mengatakan, pihaknya belum menerima laporan profiling dari tim Densus 88. Dalam penetapan tersangka HM, pihaknya sudah melengkapi dengan adanya keterangan beberapa saksi dan saksi ahli.
Akun HM pun sudah disita oleh penyidik guna kepentingan penyidikan. “Untuk pelaku akan kita kenakan pasal 45 ayat (1) junto pasal 29 ayat (4) Undang-Undang ITE tentang pengancaman dari media sosial dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara,” sebut Ganda.
Adanya perkara tersebut, Ganda berharap agar masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan medsos. Bahkan semua yang diucapkan di medsos, masyarakat harusnya bisa menyaring sehingga tidak menimbulkan hoaks ataupun keresahan dan ancaman. Semua pendapat yang disampaikan di medsos pun harusnya ada batasannya. “Saat ini penggunaan medsos juga sudah diatur di Undang-Undang ITE,” tutupnya.
Sebelumnya, HM mengomentari postingan kedatangan Kapolri dengan menulis ‘tembak’. Akibat ulahnya itu ia harus berurusan dengan hukum. Kasat Reskrim AKP Ganda Patria Swastika mengatakan, komentar yang dilontarkan oleh HM didapati dari patroli siber. “Setelah itu kami langsung jemput pelaku pada Kamis (18/7) lalu,” kata Ganda.
“Jadi memang pelaku mengatakan hal tersebut saat mengomentari salah satu posting-an Kapolri akan ke Tarakan. Jadi dia berkomentar akan menembak Kapolri saat berada di Tarakan,” beber Ganda.
“Dia (HM) ini adalah warga Tarakan dan merupakan pegawai swasta. Kami masih mendalami semua keterangan HM termasuk apakah sempat ikut demo di Jakarta kemarin,” imbuh Ganda.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik, didapati akun Facebook yang digunakan oleh HM terdapat beberapa unggahan terkait kejadian di Palestina. Kemudian dari hasil profiling yang dilakukan oleh polisi, didapati HM beraliran keras. Untuk itu, Densus 88 Anti Teror juga ikut melakukan pemeriksaan terhadap HM, guna mengetahui apakah HM juga terindikasi paham radikalisme. “Admin grup juga akan kami panggil karena yang membagikan postingan terkait kedatangan Kapolri adalah admin,” paparnya(DD)


 

Layanan Kiriman Berita

Tidak ingin ketinggalan informasi Polda Babel ?
thumbsup
Setiap ada artikel baru, otomatis dikirimkan ke email Anda. Daftarkan email anda sekarang, lalu aktifkan melalui email Anda, GRATIS

Delivered by FeedBurner

Pencarian