Pembobol E-Banking 1 M di Tangkap

Polda - Bid Humas

WhatsApp Image 2019-08-12 at 12.18.37Polda Kep. Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,- Polisi menangkap dua pria pelaku pembobolan E-banking, Riandi dan Davis. Kedua pelaku berhasil menguras uang Rp 1 Milyar dengan memanfaatkan kartu perdana mati.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkap kasus ini berawal dari laporan korban yang mengaku kehilangan uang via e-banking-nya. Sedangkan korban merasa tidak pernah menggunakan E-banking. "Ternyata setelah penyelidikan (Subdit) Jatanras, didapatkan bahwa korban ini mempunyai rekening di salah satu bank, kemudian dia ada E-banking yang tidak pernah digunakan oleh korban. Jadi karena dia sering cash kemungkinan E-banking tidak pernah digunakan, sampai kartu (SIM card) ini mati," kata Kabid Humas di kompleks perkantoran, Jalan Iskandarsyah, Melawai, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Agustus 2019.
Kartu perdana mati yang sebelumnya digunakan untuk aktivasi E-banking itu lalu dimanfaatkan tersangka Riandi untuk dihidupkan kembali. Setelah dihidupkan, e-banking korban bisa digunakan kembali untuk transaksi. "Dia berupaya untuk mengaktifkan kartu yang sudah mati itu, E-banking yang sudah mati itu akhirnya hidup kembali masih atas nama korban. Sehingga oleh pelaku digunakan untuk pembelian online," sebut Kabid Humas,
Kabid Humas mengatakan, setelah mendapatkan rekening e-banking, pelaku membelanjakan e-banking korban hingga miliaran rupiah. "Itu salah satu korban kerugiannya Rp 1,12 miliar. Jadi dengan adanya pembelian lewat online," ucap Kabid Humas.
Atas penelusuran kejadian itu, tim Jatanras kemudian bergerak menangkap kedua tersangka di Palembang. Kebid Humas lalu menjelaskan, ketika proses penangkapan, tersangka Devis, yang berperan sebagai penampung uang, sempat memberi perlawanan. "Devis ini saat dilakukan penangkapan dia mempunyai senjata, dia punya pistol rakitan, dia berupaya menembak petugas, jadi dia melakukan perlawanan terhadap petugas," papar Kabid Humas.
Atas kejadian ini, Kabid Humas mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat menonaktifkan kartu yang menempel dengan e-banking. Selain itu, masyarakat diimbau memakai password E-bankingyang berbeda dengan tanggal lahir.(DD)