Dampak dan Kerugian Dari Mebakar Hutan Atau Lahan

Polda - Bid Humas

hutlaPolda Kep. Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,- Pembukaan lahan baru dengan cara membakar hutan, banyak hal ironis yang terjadi khususnya bagi masyarakat sendiri. Berikut dampak-dampak yang dapat terjadi pada alam ketika kita membakar hutan atau lahan:

DAMPAK BIOLOGI
1. Habitat Makhluk Hidup Yang Menghilang
Pembakaran hutan otomatis dapat menghilangkan habitat satwa lokal. Makhluk hidup yang tinggal di hutan tersebut pun akan tergusur, kelangsungan hidup mereka pun terganggu seperti untuk berinteraksi, mencari makanan, bernafas dan lainnya. Bahkan dikabarkan bahwa ada seekor harimau yang keluar dari hutan. Ia mencari tempat tinggal lain sebagai pengganti tempat tinggalnya yang hilang. Bukan hanya kehilangan tempat tinggal, bahkan makhluk hidup yg ada di dalam hutan tersebut dapat mati apabila ia tidak bisa melarikan diri/menyelamatkan diri. Jika satwa atau tanaman yg terdapat di dalam hutan tersebut langka, maka mereka juga dapat punah. Maakhluk hidup yg keluar dari hutan/mecari habitat baru karena habitatnya rusak akan menggaggu masyarakat setempat. Kerugiannya akan terjadi kepunahan jika hal ini terus berlanjut dan tidak ada penangana lebik lanjut. Masyarakat juga akan kehilangan lingkungannya karena tergusur oleh hewan-hewan yang kehilangan tempast tinggalnya.
2. Top Soil/Horizon Yang Akan Menipis
Hutan yg terdapat gambut (tanah gambut= tanah yang tidak subur). Gambut adalah vegetasi yg tidak mudah terbakar bahkan saat musim kemarau. Karena kesengajaan yg terjadi oleh oknum-oknum yang bersangkutan, mereka membuat parit-parit untuk mengeringkan gambut dan membakarnya. Hal ini membuat tanah di hutan menjadi kering dan vegetasi penyubur tanah pun hangus. Apabila tanah menjadi kering makan tanah tersebur akan sukar untuk ditanami. Maka kesuburan tanah pun akan bekurang. Dan petani tersebut akan menggunakan zat kimia secara berlebihan untuk menyuburkan tanah. Apabila zat kimia penyubur tanah diberikan secara berlebihan hal ini tidak akan baik untuk kesuburan tanah selanjutnya. Kerugiannya adalah vegetasi tanah akan berkurang seperti tanah akan menjadi mampat (mengeras) karena kehilangan unsur hara organik, dan hewan-hewan yang dapat menguraikan unsur hara organik mati.
3. Pohon-Pohon Besar Yang Tumbang
Untuk membakar hutan supaya dapat dijadikan lahan pertanian pohon-pohon besar yang terdapat di hutan pun akan ditumbangkan. Pohon yang seharusnya dapat hidup sekian tahun tersebut secara sengaja ditumbangkan. Kelangsungan hidup yang terjadi pun juga akan terganggu. Jika hal ini terus terjadi pembakaran hutan terjadi secara terus menerus dan tidak diimbangi dengan perbaikan yang sepadan kita akan kehilangan wilayah hijau yang dapat menghasilkan oksigen dan sumber daya alam. Memang saat ini hal tersebut menghasilkan hasil yang sangat banyak, tapi kerugian yang terjadi akan jau lebih besar. Kerugiannya adalah lahan pertanian yang ada dijadikan bangunan dan pemukiman sementara hutan yang semestinya menjadi tempat makhluk hidup lain untuk hidup justru digunakan, dibakar untuk memperluas lahan pertanian, dimasa yang akan datang, generasi kita pun hanya akan menganggap bahwa hutan itu hanyalah dongeng belaka karena masa yg akan datang mereka tidak dapat menemukan hutan. Ketiadaan hutan pun akan mengakibatkan banyak kerugian. Antara lain banjir, tanah longsor, pemanasan global, suhu yang bertambah tinggi.
4. Kebutuhan Air Bersih Tidak Dapat Terpenuhi
hutan merupakan wadah penahan air ysng sangat diperlukan dalam kelangsungan hdup. Apabila hutan secara terus menerus dihabiskan, secara otomatis tidak ada yang bisa menahan air baik air hujan maupun air kiriman dari pegunungan. Keberadaan air dan hutan itu berbanding lurus. Jikan hutan semakin menipis, maka tak ada yang bisa menampung air akibatnya adalah cadangan air tanah (artesis) berkurang. Apabila hal ini terus terjadi, maka makhluk hidup akan kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kerugian yang ditimbulkan dari kurangnya air bersih antara lain kesehatan masyarakat akan terganggu, terganggunya siklus air sehingga berpengaruh pada perubahan iklim seperti kemaru yang berkepanjangsan dan siklus hujan yang tidak menentu.
5. Kesehatan Masyarakat
karena asap yang terjadi akan mengganggu kesehatan masyarakat. Penyakit seperti ISPA, kanker, asma, penyakit kulit dan lain-lain. Kerugian yang ditimbulkan akan banyak generasi muda yang terkena penyakit tersebut.(DD)