Music Search Engine - Music Search Engine - Music Search Engine
  Visi Polda Babel : Tercapainya pelayanan kamtibmas yang prima, tegaknya hukum dan terwujudnya keamanan yang mantap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif dengan seluruh unsur dan komponen Pemerintah dan masyarakat

Tak Mau Ujuk Rasa, Pendemo di Papua Merasa Tertipu

Polda - Bid Humas

20190902 092332Polda Kep. Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,- Sekira 300 orang peserta demo pada 29 Agutus 2019 berkomitmen tidak akan lagi ikut dalam aksi dalam bentuk apapun. Massa yang berasal dari masyarakat pegunungan Wamena merasa telah ditipu koordinator aksi massa yang berakhir ricuh dan anarkis.

Berdasarkan keterangan Kapendam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel CPL Eko Daryanto, mereka yang sempat bersembunyi di Kompleks Kelurahan Numbay Distrik, Jayapura Selatan, Minggu, 1 September 2019 sore, menyampaikan penyesalan dan merasa ketakutan untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing di Abepura dan Waena.
“Tiga ratuan orang yang merupakan bagian dari massa pendemo sepakat untuk tidak mau lagi ikut-ikutan aksi demo massa dalam bentuk apapun. Kelompok massa pendemo ini merasa telah ditipu oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme,” kata Eko Daryanto, dalam keterangannya, Minggu, 1 September 2019.
Ia mengatakan, selama 3 hari mereka bersembunyi di wilayah Numbay Distrik Jayapura Selatan. Hal itu karena tidak berani kembali ke Abepura dan Waena dengan alasan takut mendapat aksi balasan dari masyarakat, yang telah menjadi korban aksi penjarahan, pembakaran, pelemparan, maupun perusakan oleh mereka. Aksi penjarahan dan pembakaran itu terjadi saat massa demo yang berujung rusuh dan anarkis sehingga menimbulkan kerusakan dan kerugian material di sepanjang Jalan Waena-Jayapura.
Pada hari Minggu siang, perwakilan kelompok yang sebagian besar berasal dari Wamena tersebut menemui Kepala Dinas Pendidikan Papua, Desman Kogaya, untuk memohon bantuan agar diberikan jaminan keamanan dan angkutan dalam proses mereka kembali ke daerah Abepura dan Waena.
“Mereka merasa takut mendapatkan aksi balasan dari masyarakat yang telah mengalami kehilangan/kerusakan aset harta benda yang berharga yang telah mereka rusak/jarah akibat ulah yang anarkis dan brutal,” ujarnya.(DD)


 

Layanan Kiriman Berita

Tidak ingin ketinggalan informasi Polda Babel ?
thumbsup
Setiap ada artikel baru, otomatis dikirimkan ke email Anda. Daftarkan email anda sekarang, lalu aktifkan melalui email Anda, GRATIS

Delivered by FeedBurner

Pencarian