Visi Polda Babel : Tercapainya pelayanan kamtibmas yang prima, tegaknya hukum dan terwujudnya keamanan yang mantap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif dengan seluruh unsur dan komponen Pemerintah dan masyarakat

Sosialisasi Cegah Dan Kenali Penyakit Tipes

Polres - Belitung

kenalitipes14091101POLDA KEP. BABEL, POLRES BELITUNG - Hati-hatilah pada saat musim kemarau seperti sekarang ini. Selain banyak bakteri yang berkembang biak kadangkala prilaku hidup kita belum sehat akan mengundang berbagai macam bibit penyakit untuk masuk ke tubuh kita. Hari Rabu Tanggal 14 september 2011 Dokkes Polres Belitung setelah melaksanakan apel pagi melakukan sosialisasi mengenali dan mencegah penyakit tipes.

 


kenalitipes14091103Kegiatan Sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Dr. Frangky Sihombing yang diikuti oleh seluruh peserta apel, Dr Franngky Sihombing menyampaikan bahwa penyakit tipes sampai saat ini masih menjadi momok bagi orang dewasa ataupun anak – anak, penyakit ini menyerang dan menginfeksi organ dalam tubuh terutama bagian hati.

Penyakit tipes disebabkan oleh Bakteri Salomenella Typhosa nama kerannya tersebut sekeren bahaya yang ditimbulkannya. Kuman ini lebih banyak menular lewat makanan dan minuman, tinja dan air seni yang dibawa oleh lalat, Kuman Sallomella termasuk genus bakteri entrobakteria gram negatif yang berbentuk tongkat dengan masa inkubasi kuman dalam tubuh 5-12 hari. Nama keren bakteri tipes diberikan oleh Pak tua Edward Salmon, seorang ahli patologi dari Amerika, walaupun rekannya theobold Smith yang pertama kali menemukan bakterium pada Tahun 1885 pada tubuh babi.

 

 

 

Pada demam tifoid/tipes ini, ada beberama masa ketika kuman masuk ke dalam tubuh penderita, diantaranya:

Masa inkubasi (saat pertama kali kuman ini masuk kemudian tidur sebentar untuk menyiapkan amunisi yang diperluan untuk menyerang tubuh kita), Masa ini berlangsung 7-12 hari, walaupun pada umumnya adalah 10-12 hari. Pada awal penyakit ini keluhan dan gejala penyakit ini tidaklah khas, biasanya berupa:

  1. Anoreksia (tidak mempunyai nafsu makan)
  2. Rasa malas
  3. Sakit kepala bagian depan
  4. Nyeri otot
  5. Lidah kotor
  6. Gangguan perut (perut meragam dan sakit)

Gejala Khas dari demam ini?

Biasanya jika gejala khas itu yang tampak, diagnosis kerja pun bisa langsung ditegakkan. Yang termasuk gejala khas Demam tifoid adalah sebagai berikut.

kenalitipes14091102Minggu Pertama (awal terinfeksi)

Setelah melewati masa inkubasi 10-14 hari, gejala penyakit itu pada awalnya sama dengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitu setinggi 39ºc hingga 40ºc, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, dengan nadi antara 80-100 kali permenit, denyut lemah, pernapasan semakin cepat dengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan merasa tak enak,sedangkan diare dan sembelit silih berganti.

Pada akhir minggu pertama,diare lebih sering terjadi. Khas lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atau tremor. Episteksis dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan beradang. Jika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demam dengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga.

 

 

Ruam kulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen disalah satu sisi dan tidak merata, bercak-bercak ros (roseola) berlangsung 3-5 hari, kemudian hilang dengan sempurna. Roseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu berupa makula merah tua ukuran 2-4 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit perut, lengan atas atau dada bagian bawah, kelihatan memucat bila ditekan. Pada infeksi yang berat, purpura kulit yang difus dapat dijumpai. Limpa menjadi teraba dan abdomen mengalami distensi.

Minggu Kedua

Jika pada minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, yang biasanya menurun pada pagi hari kemudian meningkat pada sore atau malam hari. Karena itu, pada minggu kedua suhu tubuh penderita terus menerus dalam keadaan tinggi (demam). Suhu badan yang tinggi, dengan penurunan sedikit pada pagi hari berlangsung. Terjadi perlambatan relatif nadi penderita. Yang semestinya nadi meningkat bersama dengan peningkatan suhu, saat ini relatif nadi lebih lambat dibandingkan peningkatan suhu tubuh.

Gejala toksemia (ketika kuman sudah masuhk aliran darah) semakin berat yang ditandai dengan keadaan penderita yang mengalami delirium. Gangguan pendengaran umumnya terjadi. Lidah tampak kering,merah mengkilat. Nadi semakin cepat sedangkan tekanan darah menurun, sedangkan diare menjadi lebih sering yang kadang-kadang berwarna gelap akibat terjadi perdarahan. Pembesaran hati dan limpa. Perut kembung dan sering berbunyi. Gangguan kesadaran. Mengantuk terus menerus, mulai kacau jika berkomunikasi dan lain-lain.

Minggu Ketiga

Suhu tubuh berangsung-angsur turun dan normal kembali di akhir minggu. Hal itu jika terjadi tanpa komplikasi atau berhasil diobati. Bila keadaan membaik, gejala-gejala akan berkurang dan temperatur mulai turun. Meskipun demikian justru pada saat ini komplikasi perdarahan dan perforasi cenderung untuk terjadi, akibat lepasnya kerak dari ulkus. Sebaliknya jika keadaan makin memburuk, dimana toksemia memberat dengan terjadinya tanda-tanda khas berupa delirium atau stupor,otot-otot bergerak terus, inkontinensia alvi dan inkontinensia urin.

Meteorisme dan timpani masih terjadi, juga tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri perut. Penderita kemudian mengalami kolaps. Jika denyut nadi sangat meningkat disertai oleh peritonitis lokal maupun umum, maka hal ini menunjukkan telah terjadinya perforasi usus sedangkan keringat dingin,gelisah,sukar bernapas dan kolaps dari nadi yang teraba denyutnya memberi gambaran adanya perdarahan. Degenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya kematian penderita demam tifoid pada minggu ketiga.

Minggu Keempat

Merupakan stadium penyembuhan meskipun pada awal minggu ini dapat dijumpai adanya pneumonia lobar atau tromboflebitis vena femoralis.



Foto Bag Ops Polres Belitungt
Artikel Terkait :

» Polres Bangka Ajak Komunitas Trail Untuk Sosialisasi Keselamatan Berlalulintas

POLDA KEP. BABEL, POLRES BANGKA – Ratusan bikers terlihat berkumpul di Mako Polres Bangka, Kota Sungailat pada Sabtu (8/11/2014) pagi. Para bikers bersama motor trail serta aksesorisnya ini bukan untuk melakukan balapan. Mereka berkumpul dalam...

» CABULI GADIS, KAKEK 50 TAHUN DIPIDANA

POLDA KEP. BABEL - POLRES BELITUNG,UNIT PPA,Seorang kakek usia 50 tahun terpaksa berurusan dengan Polres Belitung dan dijadikan sebagai tersangka karena perbuatannya mencabuli korban M yang masih 16 tahun di rumah kost tersangka di Jl.Ganteng...

» Direktorat Tahanan Dan Barang Bukti Supervisi Di Polres Bangka

POLDA KEP. BABEL, POLRES BANGKA – Senin (3/11) pukul 09.00 Wib, Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Kep. Babel yang di pimpin langsung oleh Dir Tahti AKBP Agustinus Wibawanto,SIK melakukan supervisi di Polres Bangka, Tim tersebut...

» Gubernur Kep. Babel Dan Kapolres Bangka Tanam Bakau Dimuara Sungai Nelayan II

POLDA KEP. BABEL, POLRES BANGKA – Sabtu (1/11) pukul 09.00 Wib Gubernur Kep. Bangka Belitung Rustam Efendi beserta Kapolres Bangka AKBP I Bagus Rai melaksanakan kegiatan penanaman Bakau di muara Sungai Nelayan II Sungailiat Kab Bangka. Acara ini...

» Cabuli Gadis, Kakek 50 Tahun Dipidana

Polda Kep. Babel- Polres Belitung, MAULANA seorang kakek usia 50 tahun terpaksa berurusan dengan Polres Belitung dan dijadikan sebagai tersangka karena perbuatannya mencabuli korban M yang masih 16 tahun di rumah kost tersangka di Jl.Ganteng...

» Sertijab Karo Rena, Dir Pol Air dan 3 Kapolres di Jajaran Polda Babel

Polda Kep. Babel_ Bid. Humas, Pada hari kamis tanggal 13 November 2014 pukul 07.15 wib Polda Kep. Babel melaksanakan sertijab Karo Rena, Dir Polair, Kapolres Bangka Barat, Belitung Dan Belitung Timur. Karo Rena Kombes Pol Drs. wawan diganti Kombes...

» Polres dan Pol-PP Beltim Geledah Kios Bensin

POLDA KEP.BABEL, POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar,– Hilangnya keberadaan bensin eceran di Kota Manggar dan Kecamatan Gantung, membuat Kepolisian Resort (Polres) Belitung Timur (Beltim) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Beltim segera mengambil...

» Iseng, 2 Ibu Rumah Tangga Dan 1 Orang Laki-laki Terpaksa Berurusan Dengan Aparat Hukum

POLDA KEP.BABEL, POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, 4 November 2014, sekira pukul 16.00 Wib, bertempat di hutan Jalan Pantai Mudong Kec.Gantung Kab.Beltim, telah di amankan 1 orang laki-laki dengan inisial RJ (38th) laki-laki, pekerjaan buruh harian...

» Atlet Puas Jalan - Jalan Ke Lombok Dan Bali

POLDA KAB. BABEL, POLRES BELITUNG TIMUR. Manggar, Puluhan atlet dan official yang telah diberikan bonus perjalanan selama 5 hari ke Lombok dan Bali merasa puas dan terkesan dengan keindahan dan budaya yang ada di sana. Bahkan beberapa dari mereka...

» Olahraga Bersama TNI Polri dan Instansi Terkait

Polda Kep. Babel Bid. Humas, Pada hari Jumat tanggal 31 Oktober 2014 pukul 07.00 wib bertempat di Mako Polda Kep. Babel, melaksanakan serangkaian kegiatan olaraga bersama yang mengundang dan melibatkan intansi samping dari Pemprov Kep. Babel, DPRD...

Kapolda


Drs. GATOT SUBIYAKTORO
Brigadir Jenderal Polisi

Pendapat Anda

Menurut Anda Berita Kami

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini548
mod_vvisit_counterKemarin2604
mod_vvisit_counterMinggu ini5548
mod_vvisit_counterMinggu lalu18228
mod_vvisit_counterBulan ini52994
mod_vvisit_counterBulan lalu59462
mod_vvisit_counterTotal2397291

Online (20 menit yg lalu): 25
IP Anda: 54.167.173.217
,
Sekarang : 2014-11-25 05:18
Kami memiliki 165 tamu online
Website

Polda Babel

thanksyou

Terimakasih kepada semua pihak atas kritik dan saran yang membangun website ini, tetap berikan dukungan agar website semakin memberikan informasi cepat dan tepat