Polres Pangkalpinang Gelar Konpers Tsk Kasus Pembunuhan 7 Bulan Lalu

Polda - Bid Humas

 

kabag-ops-polres-pangkalpinang-kompol-jadiman-sihotang-menPolda Kep. Bangka Belitung, Bid Humas.- Polres Pangkalpinang menggelar konferensi pers usai berhasil menangkap YS yang merupakan tersangka kasus pembunuhan. Konferensi pers yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang, didampingi Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra dan Kabag Humas Ipda Sianturi.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang seizin Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono mengatakan bahwa Kasus YS merupakan kasus pembunuhan yang terjadi pada tujuh bulan yang lalu, atau tepatnya pada Sabtu (23/10/2019) pukul 10.00. Tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban Ngiap Muk Men di rumah korban yaitu di Jalan Nilam II Kecamatan Bukit Intan.

"Pelaku setelah melakukan penganiayaan  terhadap korban langsung lari ke hutan di sekitar  lokasi kejadian. Setelah malam pelaku mengambil baju dari rumah neneknya kemudian ke rumah temannya untuk menginap. Setelah itu pada besoknya sekitar pukul 19.00 naik kapal roro berangkat ke Jakarta melarikan diri," ujar Kompol Jadiman Sihotang.

Setelah melakukan pembunuhan, tersangka melarikan diri ke luar pulau Bangka untuk menghindari proses hukum yang menjeratnya. Dan akhirnya tersangka berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Bukit Intan yang dipimpin oleh Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra pada Rabu (16/10/2019) di Gang Belong Sukatani Tapos Kota Depok, Jawa Barat. Anggota Polsek Bukit Intan berkerja sama dengan Kanit Res Polsek Cimanggis Polresta Depok, akhirnya berhasil menangkap tersangka setelah melakukan penyelidikan selama dua hari.

Pelaku saat dilakukan penanggkapan melakukan perlawanan maka pelaku dilakukan tindakan tegas terukur sehingga pelaku dapat diamankan. Setelah itu pelaku dibawa ke Polres Pangkalpinang untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya.

Lebih lanjut Kompol Jadiman mengungkapkan, tersangka menghabisi nyawa korban dengan menggunakan sebilah pisau.

"Dengan menggunakan tangan kanan menusuk korban dengan sebilah pisau ke bagian bahu kanan belakang , tengkuk belakang kanan, lengan kanan belakang dan kepala bagian belakang dipukul dengan menggunakan botol minuman. Bisa kita lihat juga ini pisau masih ada bekas darahnya," lanjutnya sambil memperlihatkan barang bukti.